JAKARTA (7/3/2026) – Ribuan perempuan pekerja menggelar aksi damai hari ini. Mereka memperingati Hari Perempuan Internasional 2026. Selain itu, para aktivis buruh juga ikut turun ke jalan.

Partai Buruh Indonesia menyelenggarakan aksi ini secara nasional. Kegiatan ini berlangsung dari 7 hingga 9 Maret 2026. Selanjutnya, mereka menuntut negara menghargai kerja perawatan perempuan.

Kerja perawatan meliputi pengasuhan anak dan manajemen keluarga. Pemerintah sering mengabaikan pekerjaan penting tersebut selama ini. Akan tetapi, perempuan selalu menjaga stabilitas ekonomi dan masyarakat.

Oleh karena itu, Partai Buruh mendesak pemerintah segera bertindak. Negara wajib menyediakan fasilitas penitipan anak yang murah. Kemudian, pemerintah harus mendukung layanan perawatan untuk kalangan lansia.

Baca juga:  DPP SPN Gelar Pelatihan Mandiri Program Makin Terang Bersama WageIndicator di Ungaran

“Kami meminta pengakuan penuh atas kerja perawatan perempuan. Hal ini penting untuk membangun ekonomi berkeadilan gender,” tegas perwakilan Partai Buruh kepada para wartawan.

Momentum IWD 2026 juga menandai lahirnya organisasi Suara Marsinah. Organisasi ini mewakili sayap perempuan Partai Buruh Indonesia. Bahkan, nama Marsinah kembali menjadi simbol perjuangan hak buruh.

Suara Marsinah ingin memperkuat kapasitas politik para perempuan pekerja. Mereka harus ikut menentukan arah kebijakan publik nasional. Singkatnya, perempuan bukan sekadar penerima aturan dari pemerintah pusat.

Sementara itu, massa aksi membawa sepuluh tuntutan strategis. Mereka meminta pemerintah meratifikasi berbagai peraturan Konvensi ILO. Konvensi tersebut sangat melindungi hak pekerja rumah tangga.

Peserta aksi mendesak pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Mereka juga menuntut penghapusan kekerasan di tempat kerja. Akibatnya, lingkungan kerja masa depan akan menjadi jauh lebih aman.

Baca juga:  SPN Subang Kawal Ketat UMK 2026, Sepakati Indeks Alfa 0,9

Selanjutnya, massa meminta pemerintah merevisi Undang-Undang Ketenagakerjaan secepatnya. Pemerintah juga harus mengusut tuntas berbagai kasus pelanggaran HAM. Kasus pembunuhan Marsinah termasuk salah satu tuntutan utama mereka.

Rangkaian aksi ini mencakup berbagai diskusi publik dan orasi. Partai Buruh mengajak semua elemen masyarakat berjuang bersama. Akhirnya, kita bisa mewujudkan peradaban bangsa yang benar-benar setara.

(SN-21)