(SPN News) Apa itu sebuah peradaban yang sangat anarkis massif atas kelompok/kaum yang bekerja secara sistematis untuk kepentingan kelompok/kaumnya. Munculnya peradaban tersebut sejalan dengan perkembangan usian peradaban manusia di bumi sesuai tuntutan jaman hingga sampai saat ini neokolonialisme, neokapitalisme, neoliberalisme melalui berbagai perlengkapanya dan alat yang kian canggih dan semakin berkembang dengan inovasinya, masa lampau alat untuk memaksa dan memenangkan keinginan kaum liberalis dengan cara peperangan yang kemudian dikenal harta benda rampasan perang dan atau perluasan wilayah jajahan/penaklukan sehingga untuk kekuasaan untuk memaksakan kehendaknya. Bagaimana perkembangannya saat ini ?, serta apa dampak dari penerapannya setelah berinovasi melalui demokrasi.

Ketika negara mendapat kesempatan untuk memiliki kekuasaan mengelola dan mengontrol sepenuhnya urusan sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya, ternyata amanat itu telah dikhianati dan mengakibatkan proses dehumanisasi dan kesengsaraan sebagian besar rakyat buruh miskin menjadi objek eksploitasi dan alat produksinya. Model kapitalisme negara, pembangunanisme jargon penguasa/rezim akhirnya mengalami keruntuhan, dimana salah satu sebabnya adalah akibat ditenggelamkan oleh dominasi asing (MNC.s & TNC.s) kekuatan neoliberalisme global.

Baca juga:  PERINGATAN MAY DAY SPN KABUPATEN PEKALONGAN

Oleh karena itu neoliberalisme segera menggantikan model pembangunan yang telah membawa bencana. Tetapi apakah pengganti pembangunanisme, yakni model ekonomi persaingan bebas neoliberalisme ini merupkan solusi ataukah justru bencana baru bagi rakyat? Inilah pertanyaan dasar yang harus kaum pekerja/buruh melalui serikat pekerjanya untuk menjawab dalam masalah globalisasi.

Meskipun terlambat membahasnya, neoliberalisme saat ini diterapkan menjadi kebijakan politik dan ekonomi negara kita (MEA: AFTA-CAFTA) eksisting 2016, namun kita perlu memahami bagaimana neoliberalisme beroperasi untuk memahami akar dari kemiskinan. Sebagai dominasi eksploitasi, kebijakan yang berwatak neoliberal diyakini bagaikan ideology baru yang diamalkan secara sistemik dan struktural dan massif melalui mekanisme kebijakan dari kebijakan tingkat lokal, kebijakan nasional bahkan hingga tingkat global. Neoliberalisme sebagai suatu ideologi, dalam praktiknya mengambil bentuk penerapan paket kebijakan ekonomi dan politik yang sesungguhnya sudah diterapkan di negeri kita hingga saat ini. Meskipun dikalangan aktivis gerakan sosial di mana-mana sudah lama membincangkan dan mewaspadai bahkan melakukan resistensi terhadap kebijakan neoliberalisme namun di Amerika Serikat, tempat yang dianggap sebagai awal berkembangan neoliberalisme, justru jarang sekali dibicarakan orang. Bagi rakyat bawah di Amerika, sebenarnya dampak neoliberalisme sudah mereka rasakan dengan terjadinya kesenjangan yang kaya menjadi semakin kaya sementara yang miskin menjadi semakin miskin.

Baca juga:  KUNJUNGAN KERJA DPP SPN DI DPC SPN KABUPATEN PASURUAN

Pekerja/buruh di Indonesia Neokolinialisme Neokapitalisme Neoliberalisme dibicarakan dan diwaspadai, namun masih jarang orang memahami betul binatang apa sebenarnya NEKOLIB & NEOLIB, apa jenis kelamin hakikat dan mekanisme NEOLIB & NEKOLIB, bagaimana penerapan dan wujud kongkretnya? bagaimana bekerjanya dan dampaknya serta bagaimana menghentikannya, sesunguhnya masih belum jelas betul kaum pekerja/buruh dapat memahaminya. Oleh karenanya dalam bagian ini saya akan mengupas secara tuntas pertanyaan-pertanyaan seputar neoliberalisme tersebut melalui berbagai pendapat para pengamat dan aktivis pergerakan ideology politik social ekonomi dan budayawan.

 

Djoko Heriyono/Editor