Sektor industri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai mempersiapkan diri untuk beroperasi secara penuh seperti sebelum pandemi COVID-19 merebak.

(SPNEWS) Bekasi, Sektor industri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai mempersiapkan diri untuk beroperasi secara penuh seperti sebelum pandemi COVID-19 merebak.

“Artinya, kami mulai mempersiapkan segala sesuatu terkait harapan-harapan ke depan meski kepastian memang belum ada. Mudah-mudahan sebulan atau dua bulan lagi akan ada order ini, order itu,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi Sutomo di Cikarang.

Menurut Sutomo secara umum geliat perusahaan di kawasan industri maupun non kawasan industri mulai terlihat pergerakan bisnisnya sejak memasuki awal September 2020.

Berdasarkan catatan Apindo Kabupaten Bekasi, 5.300 perusahaan di kawasan industri diperkirakan masih dapat bertahan hingga akhir tahun ini. Saat ini kondisi pabrik belum melakukan produksi dengan normal.

Baca juga:  UPAH BURUH ITU RAHASIA UMUM..! 

“Sebenarnya kami sudah tumbang sejak beberapa bulan yang lalu hanya saja sekarang ini satu-dua perusahaan seperti industri otomotif akan bergerak sehingga perusahaan di layer kedua dan ketiga mulai ambil ancang-ancang untuk melakukan kegiatan, walaupun belum ada kepastian,” ungkapnya.

Dia menjelaskan layer kedua dan ketiga industri otomotif merupakan perusahaan yang memproduksi suku cadang sebagai pemasok bagi perusahaan otomotif.

“Misalkan Grup Toyota, di bawah Toyota ada beberapa perusahaan kecil yang menyuplai AC dan busi mobil. Di bawah itu, ada layer lagi yang menjadi supplier suku cadang lainnya,” katanya.

Sutomo mengaku hingga saat ini kepastian permintaan pasar tersebut memang belum ada namun seiring tren positif ekonomi yang ditunjang dukungan dari kebijakan pemerintah, pihaknya optimistis dalam waktu dekat aktivitas industri akan kembali normal.

Baca juga:  KPK REKOMENDASIKAN SANKSI STOP PELAYANAN PUBLIK BAGI PENUNGGAK IURAN BPJS

“Memang belum ada permintaan tetapi dimungkinkan akan ada, perusahaan saya sudah siapkan,” ucapnya.

Dengan kondisi ini diharapkan mampu memberi energi positif bagi pencari kerja lokal Kabupaten Bekasi terutama mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta angkatan kerja baru yang terkena dampak pandemi virus corona.

“Sebenarnya kami tidak ada kewajiban memberikan data jumlah karyawan yang terkena PHK. Intinya perusahaan saat ini masih sedang menyiapkan kegiatan pabrik, mudah-mudahan ada order di kemudian hari namun memang proses rekrutmen karyawan masih sangat terbatas,” kata dia.

SN 09/Editor