Ilustrasi

(SPNEWS) Jakarta, setiap tanggal 6 Maret diperingati sebagai Hari Pengangguran Internasional atau International Unemployment Day. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran tentang pengangguran dan dampak yang ditimbulkan pada masyarakat.

Di setiap negara, masalah pengangguran semakin besar. Banyak orang menganggur sehingga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup seperti makanan, pendidikan dan perumahan.

Tidak hanya itu, pengangguran bisa menyebabkan stres dan depresi. Atau masalah mental lainnya.

Hari Pengangguran Internasional diharapkan dapat mengingatkan pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja, agar mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Lantas bagaimana sejarah Hari Pengangguran Internasional?

Sejarah Hari Pengangguran Internasional
Hari Pengangguran Internasional berawal dari Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa. Pada 6 Maret 1930, krisis ekonomi melanda Amerika Serikat dengan aksi ketidakadilan rasial dan pengangguran yang tidak terkendali.

Kondisi Depresi Besar (The Great Depression) adalah krisis terbesar yang pernah dialami AS. Depresi Besar itu berlangsung selama 10 tahun, sejak 1929-1939 saat pemerintahan AS dipimpin Herbert Hoover.

Baca juga:  SOSIALISASI AD/ART SPN DI PROVINSI JAWA TENGAH

Depresi Besar itu menghancurkan perekonomian seperti ketika bursa saham New York terjun bebas pada 29 Oktober 1929. Sekitar 15 juta jiwa menganggur yang membuat banyak orang melakukan aksi, yang kemudian dinamakan Hari Pengangguran Internasional.

Penetapan Hari Pengangguran Internasional
Komite Eksekutif Komunis Internasional (ECCI) menggelar rapat maraton di Moskow, Rusia akibat krisis ekonomi AS yang makin parah. Rapat itulah yang menetapkan 6 Maret 1930 sebagai Hari Pengangguran Internasional, guna protes skala besar-besaran. Orang berkulit putih dan orang berkulit hitam bersatu untuk sama-sama menuntut keadilan.

Jumlah massa aksi mencapai 35.000 orang dan diwarnai kerusuhan. Akibatnya, banyak korban termasuk aparat keamanan yang harus dirawat di rumah sakit. Juga ada belasan orang ditangkap aparat.

Pada 1933, Presiden Horbert Hoover diganti Presiden Franklin Delano Roosevelt dengan harapan baru menurunkan angka pengangguran. Secercah harapan muncul dan dalam 100 hari pertama kerjanya, Roosevelt mengeluarkan undang-undang untuk mengatasi kekacauan tersebut.

Baca juga:  PERTALITE RESMI GANTIKAN PREMIUM

Terbukti, pada tahap pertama pertumbuhan ekonomi AS mencapai angka 10,8 persen. Kemudian disusul tahun 1936, perekonomian AS kembali meningkat hingga 12,9 persen.

Atas krisis itu, penetapan Hari Pengangguran Internasional disetujui dan diperingati setiap tanggal 6 Maret. Tujuannya mengingatkan agar setiap negara lebih berupaya mengatasi krisis ekonomi.

Cara Mengatasi Pengangguran di Indonesia
Pengangguran di Indonesia juga berdampak di sejumlah faktor ekonomi hingga keamanan. Mengutip CNN Indonesia, ada beberapa cara mengatasi pengangguran. Setiap negara memiliki langkah berbeda sesuai kondisi masing-masing.

Mengutip buku ekonomi untuk SMA dan MA kelas XI karya Aisyah dan Fitria, berikut beberapa cara mengatasi pengangguran:

Menyelenggarakan bursa pasar kerja
Menggalakkan kegiatan ekonomi informal
Meningkatkan keterampilan tenaga kerja
Meningkatkan mutu pendidikan
Mendirikan pusat-pusat latihan kerja
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi
Mendorong investasi
Meningkatkan Transmigrasi
Menciptakan dan memperluas lapangan kerja.

 

SN 09/Editor