KENDARI (22/08/2026) — Perjuangan menuju kegiatan pelatihan Serikat Pekerja Nasional (SPN) di Kendari diwarnai kisah dramatis. Dua narasumber SPN, Nursalam dan Nuryanto, mengalami kejadian menegangkan di udara.
Pesawat yang mereka tumpangi gagal mendarat dua kali di Bandara Haluoleo, Kendari. Cuaca buruk dan angin kencang menjadi penyebab utama kegagalan pendaratan tersebut.
Kronologi Perjalanan Udara
Kedua pemateri tersebut berangkat dari Surabaya pada pagi hari. Penerbangan transit di Makassar sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sulawesi Tenggara.
Semula penerbangan berlangsung lancar tanpa gangguan berarti. Namun demikian, situasi berubah drastis saat pesawat mulai mendekati wilayah udara Kendari.
Angin kencang dan cuaca buruk mendadak mengepung kawasan bandara. akibatnya, pilot tidak dapat membumikan pesawat secara aman.
Pilot sempat mencoba pendaratan kedua kali dengan sangat hati-hati. Akan tetapi, percoban tersebut kembali mengalami kegagalan.
Keputusan Putar Balik ke Makassar
Demi keselamatan seluruh penumpang, pilot akhirnya mengambil keputusan tegas. Pilot memilih memutar balik arah pesawat menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
Langkah ini sangat krusial mengingat cadangan bahan bakar pesawat yang terus berkurang. Oleh karena itu, faktor keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.
Sementara itu, panitia DPP SPN di Kendari sempat merasa panik dan cemas. Mereka terus memantau perkembangan posisi pesawat melalui komunikasi jarak jauh.
Cermin Perjuangan Kader Organisasi
Kisah menegangkan di udara ini ternyata memiliki benang merah dengan rombongan peserta. Sebelumnya, bus peserta asal Morowali sempat mogok saat menanjak menuju lokasi acara.
Meskipun rintangan berbeda menghadang, kedua pihak memiliki tekad yang sama kuat. Mereka berkomitmen menembus batas demi menghadiri pelatihan organisasi.
Selanjutnya, panitia pelatihan tetap setia menantikan kedatangan para pemateri di Kendari. Mereka mengatur ulang jadwal acara tanpa mengurangi substansi materi.
Singkatnya, insiden penerbangan ini membuktikan dedikasi tinggi para pengurus serikat. Pendidikan ketenagakerjaan ternyata membutuhkan pengorbanan besar, bahkan sebelum kelas resmi dibuka.
(SN-03)