BOGOR (10/08/2026) — Serikat Pekerja Nasional (SPN) terus mendorong penguatan kapasitas generasi muda. Langkah strategis ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan gerakan serikat pekerja di Indonesia.
Oleh karena itu, SPN menggelar kegiatan Youth Leadership on Organizing. Acara tersebut berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di Bigland Hotel Bogor.
Ketua Umum SPN, Iwan Kusmawan, S.H., membuka kegiatan tersebut secara langsung. Kehadiran beliau menegaskan pentingnya peran kader muda dalam strategi masa depan organisasi.
“Generasi muda bukan sekadar penerus organisasi. Akibatnya, mereka wajib mengambil peran aktif dalam mengembangkan metode perjuangan,” ujar Iwan Kusmawan.
Selanjutnya, program pelatihan ini menghadirkan berbagai materi pengorganisasian modern. Peserta mempelajari strategi membangun serikat pekerja yang kuat dan mandiri.
Selain itu, para peserta menerima pembekalan strategi komunikasi efektif. Mereka mempelajari pendekatan AHA (Anger, Hope, and Action) untuk menyusun kampanye perjuangan.
Pendekatan tersebut membantu kader muda mengidentifikasi masalah di lapangan. Kemudian, mereka dapat membangun harapan dan mendorong tindakan bersama secara nyata.
Sementara itu, materi branding organisasi juga menjadi bahasan utama panitia. Peserta mengasah kemampuan merancang citra serikat pekerja agar semakin relevan bagi anak muda.
Bahkan, peserta terlibat aktif dalam sesi brainstorming interaktif. Mereka menganalisis perbedaan persepsi pekerja sebelum dan sesudah bergabung menjadi anggota.
Singkatnya, kegiatan ini menempatkan pekerja muda sebagai aktor kunci perubahan. SPN meyakini bahwa kaderisasi merupakan investasi jangka panjang organisasi.
Oleh sebab itu, penguatan kepemimpinan muda menjadi fokus utama SPN saat ini. Kader muda diharapkan mampu mengorganisir pekerja di tingkat basis secara kreatif.
“Kaderisasi memastikan semangat perjuangan tetap hidup lintas generasi. Akhirnya, kita siap menghadirkan wajah serikat pekerja yang modern,” tegas Iwan Kusmawan.



