PEKANBARU (9/7/2026) — Penguatan internal menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika dunia ketenagakerjaan saat ini. Oleh karena itu, IndustriALL Southeast Asia Project menyelenggarakan Organizing Workshop yang sangat strategis.
Kegiatan berdurasi dua hari ini berlangsung di Hotel BATIQA Pekanbaru pada 8–9 Juli 2026. Selanjutnya, pihak penyelenggara menghadirkan para pakar organisasi sebagai narasumber utama pelatihan.
Evi Krisnawati selaku Ketua Umum FARKES Reformasi mengisi sesi pembekalan materi secara langsung. Selain itu, Susan Purba dari Tim Organizer FSP2KI ikut membagikan strategi penguatan basis anggota.
Berbagai federasi buruh mengirimkan perwakilan terbaik mereka untuk mengikuti agenda intensif ini. Sementara itu, DPC Serikat Pekerja Nasional Pekanbaru mendelegasikan tiga kader terbaik mereka.
Utusan tersebut adalah Roy Martin Marpaung, Yuprizal, SH, dan Riduansyah. Kemudian, DPC Serikat Pekerja Nasional Kabupaten Pelalawan mengutus Pranseda, SH, bersama Putro Andi Sasoko.
Sejumlah perwakilan dari CEMEU, FSP KEP, GARTEKS, dan ISSI juga meramaikan suasana kelas. Bahkan, utusan FARKES RE, FSP2KI, FPE KIKES, dan FSPMI turut menyerap ilmu pengorganisasian.
Para narasumber mengupas tuntas teknik kepemimpinan serta strategi komunikasi organisasi yang efektif. Akibatnya, seluruh peserta mendapatkan wawasan baru yang sangat berguna untuk wilayah kerja.
Peserta tidak hanya duduk mendengarkan pemaparan teori dari para praktisi hebat. Akan tetapi, mereka juga aktif melakukan simulasi serta menyusun rencana aksi nyata.
Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional Pelalawan, Pranseda, SH, memberikan tanggapan khusus mengenai agenda ini. Menurutnya, pengorganisasian merupakan jantung utama dari seluruh perjuangan kaum buruh.
Oleh karena itu, organisasi membutuhkan kader yang mampu mengedukasi pekerja secara konsisten. Singkatnya, kapasitas individu yang mumpuni akan melahirkan pergerakan yang solid.
“Organizing Workshop ini menjadi bekal penting bagi kami untuk memperkuat arah perjuangan. Selanjutnya, kami akan memperluas keanggotaan dan meningkatkan solidaritas di lapangan demi hak pekerja,” ujar Pranseda.
Melalui pelatihan ini, Serikat Pekerja Nasional membuktikan komitmen dalam mencetak kader yang kompeten. Bahkan, langkah ini menjadi fondasi penting agar serikat tetap mandiri dan profesional.
Seluruh sesi pelatihan berjalan dengan penuh antusiasme dari awal hingga penutupan. Akhirnya, semangat yang menyala ini menjadi modal besar bagi masa depan pekerja Indonesia.
(SN-08)


