Bekasi Regency, Jawa BaratDanish Trade Union Development Agency (DTDA) bekerja sama dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers Module (TTM) sebagai tindak lanjut dari Pelatihan Modul 1. Kegiatan yang mengusung tema “Stop Kekerasan Berbasis Gender” ini dilaksanakan di PT Pilot Pen Indonesia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas pemimpin dan anggota serikat pekerja di tingkat perusahaan. Fokus utamanya adalah memahami hak-hak dasar pekerja serta memperkuat peran serikat pekerja dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, setara, dan bebas dari segala bentuk kekerasan berbasis gender.

Sambutan dan Motivasi untuk Peserta

Acara secara resmi dibuka oleh Ketua Panitia, Syukron. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya pelatihan ini sebagai sarana membangun kader-kader serikat pekerja yang memiliki kemampuan edukasi dan advokasi di lingkungan kerja masing-masing. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh hingga selesai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Amri Yahya selaku perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Nasional (DPP SPN). Pada kesempatan itu, Amri memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar memanfaatkan pelatihan ini sebagai bekal untuk memberikan kontribusi yang lebih luas, baik bagi organisasi maupun masyarakat.

Baca juga:  SPN Dumai Perkuat Sinergi Hubungan Industrial di PT IBP

Menurut Amri, pelatihan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas kader serikat pekerja agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerja. Ia menilai bahwa peningkatan kapasitas anggota merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan organisasi.

“Semoga dari kegiatan ini bisa menularkan manfaat baik untuk anggota, keluarga, maupun masyarakat,” ujar Amri Yahya di hadapan para peserta.

Ia menambahkan bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan harus menjadi modal utama untuk memperkuat gerakan serikat pekerja yang berorientasi pada pendidikan dan pemberdayaan.

Dukungan Penuh dan Sesi Praktik Lapangan

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SPN Kabupaten Bekasi, Widjayanto, menyatakan dukungan penuh terhadap peserta dari SPN yang mengikuti program Training of Trainers ini. Ia secara khusus memberikan semangat kepada salah satu peserta, Khoiril Anwar, agar dapat menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan dengan hasil terbaik.

Widjayanto menegaskan bahwa keberhasilan kader SPN dalam meraih sertifikasi internasional dari DTDA akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi organisasi. Selain meningkatkan kapasitas individu, pencapaian tersebut juga akan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) serikat pekerja dalam menjalankan fungsi pendidikan dan pengorganisasian.

Baca juga:  Seminar Serikat Pekerja Nasional Bahas Dampak Investasi Danantara Bagi Buruh Swasta

Dalam sesi praktik, Khoiril Anwar mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung materi yang telah diperoleh selama proses pembelajaran. Di hadapan peserta lainnya, ia menyampaikan materi terkait hak-hak dasar pekerja dan pentingnya pencegahan kekerasan berbasis gender di lingkungan kerja.

Sesi praktik ini menjadi bagian krusial dalam proses penilaian kemampuan peserta sebagai calon trainer. Melalui simulasi langsung, peserta tidak hanya dituntut memahami materi secara teoritis, tetapi juga harus mampu menyampaikannya dengan baik, membangun interaksi, serta menjawab berbagai pertanyaan yang muncul.

Harapan Menjadi Agen Perubahan

Widjayanto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat dan keseriusan para peserta. Ia berharap para lulusan pelatihan ini nantinya dapat menjadi trainer yang kompeten dan mampu menularkan ilmu yang diperoleh kepada anggota serikat pekerja lainnya di berbagai perusahaan.

Saat membuka sesi pelatihan secara resmi, Widjayanto kembali menegaskan harapannya agar seluruh peserta mampu menjadi trainer profesional sekaligus agen perubahan di tempat kerja masing-masing.

Melalui kolaborasi ini, DTDA dan KSPI diharapkan dapat terus melahirkan kader-kader serikat pekerja yang memiliki pemahaman kuat mengenai hak dasar pekerja serta komitmen penuh dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bebas dari kekerasan berbasis gender.

(SN-02)