JAKARTA TIMUR (06/06/2026) – Serikat Pekerja Nasional (SPN) menggelar seminar serikat pekerja nasional untuk memperingati HUT SPN ke-23. Kegiatan penting ini bertempat di Hotel Balairung, Jakarta Timur. Sementara itu, panitia mencatat sekitar 60 peserta menghadiri acara tersebut. Peserta terdiri atas pengurus SPN dari tingkat pusat sampai pimpinan tingkat perusahaan.

Acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengurus mengenai peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Selain itu, seminar ini mendorong kemampuan berpikir kritis para anggota. Oleh karena itu, pengurus harus memahami kebijakan investasi yang berdampak langsung pada pekerja.

Catur Andarwanto, S.H. membuka kegiatan seminar ini secara resmi selaku perwakilan pimpinan organisasi. Selanjutnya, beliau menyampaikan bahwa Ketua Umum SPN, Iwan Kusmawan, S.H., berhalangan hadir. Momentum HUT SPN ke-23 ini menjadi ajang refleksi perjalanan organisasi selama 23 tahun. Bahkan, acara ini memicu penguatan kapasitas pengurus dalam memahami dinamika ekonomi nasional.

Baca juga:  Bangun Semangat Pekerja Muda: PSP SPN PT Coats Rejo Indonesia Gelar Pelatihan Dasar Keorganisasian di Bogor

Pihak panitia menghadirkan narasumber ahli dari organisasi pekerja dan lembaga kajian ekonomi. Pembicara pertama adalah Djoko Heriyono selaku Ketua Bidang Perundang-undangan dan Jaminan Sosial DPP SPN. Kemudian, Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Dyah Ayu Febriani, tampil menjadi pembicara kedua. Sementara itu, Sumiyati, S.H., M.H. memandu jalannya diskusi ketenagakerjaan ini selaku moderator.

Dyah Ayu Febriani menjelaskan perkembangan terkini perekonomian Indonesia dan tantangan ketenagakerjaan nasional. Selanjutnya, ia memaparkan peluang Danantara sebagai instrumen baru pengelolaan investasi nasional. Akan tetapi, ia juga mengingatkan adanya risiko investasi bagi kesejahteraan buruh. Akibatnya, forum sepakat bahwa kebijakan investasi wajib melindungi tenaga kerja secara berkelanjutan.

Kemudian, Djoko Heriyono selaku perwakilan dari DPP SPN ikut menegaskan sikap penting dari organisasi pekerja.

“Serikat pekerja wajib memiliki kapasitas analisis ekonomi yang kuat. Sebab, kebijakan ekonomi nasional memengaruhi kondisi kerja dan perlindungan buruh secara langsung,” tegas Djoko Heriyono dalam pemaparannya.

Selain itu, forum menyampaikan pesan perjuangan dari Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal. Beliau meminta seluruh kader menjaga semangat gerakan pekerja Indonesia melalui konsolidasi yang demokratis. Tentu saja, pesan tersebut memberikan penguatan besar bagi seluruh jaringan wilayah SPN. Keberadaan anggota di berbagai pelosok menjadi modal utama dalam memperjuangkan hak buruh.

Baca juga:  VAKSINASI COVID-19 DI PT RICKY PUTRA GLOBALINDO

Selanjutnya, Pramuji Hari Purnama, S.H. selaku Ketua Bidang Politik, Ekonomi, Hukum, dan HAM DPP SPN memberi pengarahan pada sesi penutupan. Beliau menegaskan nilai persatuan, kemandirian, dan keadilan sosial sebagai landasan utama SPN. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh anggota menjaga solidaritas menghadapi perubahan ekonomi global. Singkatnya, SPN berkomitmen mengawal kebijakan investasi demi kesejahteraan para pekerja.

(SN-21)