BANDUNG (16/05/2026) — Serikat Pekerja Nasional (SPN) resmi membentuk kepengurusan baru Komite Perempuan (KP) SPN Provinsi Jawa Barat. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat keterlibatan dan peran perempuan dalam perjuangan serikat pekerja.

Oleh karena itu, organisasi menaruh harapan besar pada jajaran pengurus baru periode 2026. Berikut adalah susunan lengkap kepengurusan KP SPN Jawa Barat yang baru:

  • Ketua: Madam Ati Rohayati

  • Sekretaris: Dedeh Nurhasanah

  • Bendahara: Siti Aisyah

  • Wakil Ketua 1: Siti Wasingah

  • Wakil Ketua 2: Eneng Rohaya

  • Wakil Ketua 3: Sulami

  • Wakil Ketua 4: Lastri

Selain itu, pengurus baru akan menggerakkan perjuangan perempuan pekerja secara optimal di lapangan. Bahkan, mereka berkomitmen meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu perempuan di lingkungan kerja.

Baca juga:  Ketua Pengusaha Mangkir dari Perundingan PKB IMIP, SPN Morowali: Ini Pelecehan terhadap Hak Buruh!

KP SPN Jawa Barat akan fokus pada pembentukan KP tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Selanjutnya, mereka akan menggelar pertemuan rutin dua bulan sekali sebelum agenda nasional. Agenda terdekat adalah pertemuan evaluasi program kerja pada tanggal 16 Juli 2026 mendatang.

Sementara itu, program jangka panjang meliputi pertemuan berkala setiap enam bulan sekali. Pengurus juga akan mengumpulkan data strategis terkait kasus kekerasan serta penyakit akibat kerja.

Ketua DPD SPN Jawa Barat, Dadan Sudiana, memberikan dukungan penuh terhadap kepengurusan baru ini. Oleh karena itu, beliau meminta seluruh pengurus segera membangun gerakan yang solid.

“KP SPN Jawa Barat harus menjadi wadah perjuangan yang solid dan progresif,” kata Dadan Sudiana.

Kemudian, beliau menambahkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun kekuatan serikat pekerja.

Baca juga:  PSP SPN PT IWIP Bagikan 2.000 Takjil Pekerja Tambang Weda Bay

Ketua KP SPN Jawa Barat yang baru, Madam Ati Rohayati, menyatakan kesiapannya memimpin organisasi. Singkatnya, beliau ingin perempuan pekerja semakin berani dalam memperjuangkan hak-hak normatif mereka.

“Kami ingin perempuan pekerja semakin berani terlibat, bersatu, dan berdaya,” tegas Madam Ati Rohayati.

Akibatnya, seluruh pengurus membawa optimisme baru dalam memperjuangkan hak perempuan pekerja. Organisasi mengusung semangat juang yang tinggi melalui slogan utama mereka saat ini. Slogan tersebut berbunyi: “Perempuan Terlibat, Berdaya & Menang”.

(SN-27)