JAKARTA (24/04/2026) — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menerima kunjungan delegasi penting hari ini. Mereka menyambut perwakilan United Federation of Danish Workers (3F International Union). Tujuan pertemuan ini adalah memperkuat hubungan internasional antar serikat.
Selanjutnya, mereka menjajaki peluang kerja sama program yang baru. Program ini khusus untuk pekerja di wilayah Indonesia. Fokus utamanya mencakup sektor Tekstil, Garment, Sepatu, dan Kulit (TGSL).
Sekretaris Jenderal KSPI, Ramidi, hadir mewakili organisasinya. Selain itu, Wakil Presiden KSPI Bidang Luar Negeri, Prihanani, turut bergabung. Ketua Umum SPN, Iwan Kusmawan, juga mengikuti pertemuan strategis ini.
Kemudian, perwakilan SPAI FSPMI dan SPN ikut serta dalam diskusi. Sementara itu, 3F International Union mengutus dua perwakilan khusus. Buddhi Acharya dan C. Mikkelsen hadir mewakili serikat pekerja Denmark tersebut.
Pertemuan ini membahas berbagai tantangan serikat pekerja saat ini. Khususnya, mereka menyoroti masalah kondisi kerja pada sektor TGSL. Akibatnya, perlindungan tenaga kerja menjadi fokus utama perbincangan.
Oleh karena itu, mereka merancang penguatan organisasi pada tingkat basis. Kedua belah pihak mendiskusikan peluang kerja sama program secara detail. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota SPN dan FSPMI.
Bahkan, KSPI sangat menyambut baik inisiatif kerja sama ini. Kolaborasi lintas negara sangat penting dalam era modern. Singkatnya, hal ini membantu pekerja menghadapi dinamika industri global.
Sektor TGSL sangat bergantung pada rantai pasok skala internasional. Oleh sebab itu, solidaritas antar serikat pekerja harus semakin kuat. KSPI berharap komunikasi dengan 3F Union terus meningkat pesat.
“Kami akan mendorong program yang berdampak langsung bagi anggota,” tegas Iwan Kusmawan.
Akan tetapi, program ini harus terencana dengan sangat matang. Semua pihak sepakat untuk merealisasikan langkah konkret ini segera. Akhirnya, kesejahteraan pekerja di Indonesia bisa terus meningkat.
(D2)


