Melawan kekerasan terhadap perempuan, diskrimisasi upah, karier pekerja perempuan dan mendorong keterwakilan perempuan sebesar 40%

(SPN News) Kuala Lumpur, Industri ALL menyelenggarkan Women’s Conference & Regional Conference dari 2 – 4/7/2018. Kegiatan ini diselenggarakan di Pullman Hotel. Konfrensi ini di hadiri delegasi dari 17 negara yaitu Australia, Bangladesh, Cambodia, Fiji, India, Indonesia, Japan, Korea, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Philippines, Singapore, Sri Lanka, Thailand, Vietnam.

Konfrensi yang dimulai sejak 2/7/2018 ini bertujuan untuk :
1. Melawan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap perempuan tidak hanya terjadi di tempat kerja saja tapi terjadi juga di rumah dan jalan.
2. Melawan segala bentuk diskriminasi upah, karier dan di organisasi. Di Asia Pasific perempuan sulit mendapatkan pekerjaan yang layak dan kadang mengalami diskriminasi dalam hal upah utk posisi kerja yang sama dengan pria, perempuan mendapatkan upah lebih rendah dari pria. Di organisasi serikat buruh pun perempuan juga mendapatkan diskriminasi. Kita berjuang diluar, tapi di dalam rumah kita justru mengalami diskriminasi juga kekerasan.
3. Memperjuangkan keterwakilan 40% perempuan dalam organisasi. Tidak semua organisasi punya bidang perempuan bahkan tidak ada pertemuan perempuan. Untuk perempuan dengan posisi kerja sebagai profesional tidak mendapatkan kesempatan aktif dalam organisasi buruh.

Baca juga:  APAKAH KENAIKAN IURAN SALAH SATUNYA UNTUK MEMENUHI GAJI DIREKSI BPJS KESEHATAN ?

Dalam konfrensi ini akan dilakukan diskusi dan langkah-langkah apa yang akan diambil untuk melakukan perubahan dan mengorganisir. Selain untuk memberikan gambaran peran perempuan di dalam organisasi di kawasan dan tantangan – tantangan perempuan dalam industri, Konferensi ini juga bagian untuk membangun solidaritas bersama dalam mengadvokasi persoalan – persoalan yg terjadi. Ada beberapa kesuksesan yg telah dicapai oleh Afiliasi di beberapa negara atas solidaritas internasional yg dibangun oleh Industri ALL, beberapa contohnya adalah dikeluarkan Prsiden KCTU Korea Selatan yg dipenjara oleh pemerintahnya, disepakatinya Accord di Kamboja, pembaharuan GFA dgn H&M dan inditex.

Hasil yang dapat dirangkum dalam konfrensi ini diantaranya adalah :
1. Memasukkan langkah – langkah spesifik untuk meningkatkan representasi dan partisipasi perempuan di dalam Undang – Undang dan atau AD/ART.
2. Alokasi anggaran untuk perempuan dan kegiatan terkait perempuan oleh semua afiliasi.
3. Bentuk dan berdayakan Komite Perempuan di semua serikat pekerja, terutama di Industri ALL dan afiliasinya.

Baca juga:  LIMBAH MILIK PABRIK TEKSTIL DIKUBUR DI KARAWANG

Shanto/Editor