1.100 Kantor Cabang bank telah ditutup dan ribuan orang pun menjadi korban PHK

(SPN News) Jakarta, pengurangan jumlah pekerja telah benar-benar terjadi. Buktinya telah ditunjukkan oleh publikasi laporan keuangan bank itu sendiri. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal pun dilakukan perbankan di tanah air.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan perbankan, seperti yang dikutip dari berbagai sumber beberapa bank telah mengurangi jumlah pekerjanya. Namun khusus bank BUMN berbeda, terjadi anomali dengan menambah jumlah pegawainya.

a. PT Bank Permata Tbk
Desember 2016
Jumlah pegawai : 7.499 orang
Desember 2017
Jumlah pegawai : 7.542 orang
September 2018
Jumlah pegawai : 7.191 orang
Total : Bank Permata telah mengurangi jumlah pegawainya hingga 308 orang sejak 2016.

b. PT Bank Danamon Tbk
Desember 2016
Jumlah pegawai tetap : 31.950 orang
Jumlah pegawai tidak tetap : 12.069 orang
Desember 2017
Jumlah pegawai tetap : 29.628 orang
Jumlah pegawai tidak tetap : 6.782 orang
September 2018
Jumlah pegawai tetap : 27.095 orang
Jumlah pegawai tidak tetap : 5.724 orang
Total : Danamon telah mengurangi jumlah pegawai tetapnya dari 2016 hingga 4.855 orang dan mengurangi pegawai tidak tetap hingga 6.345 orang

c. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN)
Desember 2016
Jumlah pegawai : 25.427 orang
Desember 2017
Jumlah pegawai : 20.912 orang
September 2018
Jumlah pegawai : 19.623 orang
Total : BTPN telah mengurangi jumlah pekerjanya mencapai 5.804 orang dari 2016.

Baca juga:  KUNJUNGAN KERJA DPD SPN JAWA BARAT KE DPC SPN KABUPATEN BOGOR

d. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Desember 2016
Jumlah pegawai : 38.940 orang
Desember 2017
Jumlah pegawai : 38.307 orang
September 2018
Jumlah pegawai : 38.807 orang
Total : Bank Mandiri telah mengurangi jumlah pekerja pada 2016 ke 2017 sebanyak 500 orang namun menambah jumlah pekerja pada 2017 ke 2018 sebanyak 633 pekerja.

e. PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Bank Banten)
Desember 2016
Jumlah pegawai : 1.833 orang
Desember 2017
Jumlah pegawai : 1.093 orang
September 2018
Jumlah pegawai : 1.071 orang
Total : Bank Banten mengurangi pekerjanya sejak 2016 hingga 762 orang.

f. PT Bank CIMB Niaga Tbk
Desember 2016
Jumlah pegawai : 13.577 orang
Desember 2017
Jumlah pegawai : 12.782 orang
September 2018
Jumlah pegawai : 11.356 orang
Total : Bank CIMB Niaga telah mengurangi jumlah karyawannya sejak 2016 hingga 2.221 orang.

Pengurangan karyawan ini juga diiringi dengan penutupan kantor cabang bank. Sejak 2016, tercatat sebanyak 1.100-an kantor cabang bank sudah tutup. Pada Desember 2016, kantor cabang bank tercatat sebanyak 32.730 kantor. Sementara pada Desember 2017 tercatat sebanyak 32.286 kantor. Dan data pada November 2018 menunjukkan kantor cabang bank umum ini hanya tinggal 31.555.

PHK massal karyawan bank di Indonesia dinilai karena akumulasi beberapa faktor di antaranya efisiensi dan tergeser teknologi. Sebab itu perbankan dinilai perlu menyesuaikan diri dengan lahirnya industri baru dan melakukan efisiensi yang tepat.

Baca juga:  TERLAMBAT SETOR IURAN BPJS KESEHATAN, PEKERJA KENA GETAHNYA

Pengamat Perbankan Paul Sutaryono mengatakan salah satu faktor utama PHK yakni perbankan ingin menaikkan tingkat efisiensi. Hal tersebut tampak pada rasio biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) yang saat ini di kisaran 78 persen, atau masih berada di ambang batas 70-80 persen. “Tapi rasio itu perlu diperbaiki terus di tengah kelesuan dewasa ini,” kata Paul.

Hal lain yang tak bisa diabaikan yakni terjadinya disrupsi teknologi yang bermakna pergeseran teknologi yang mengggoyang industri yang sudah mapan, dan menyebabkan lahirnya industri baru. Sebab itu, kata Paul, bank harus melakukan efisiensi. Contoh, jika dulu peran customer service dan teller di bank masih penting, saat ini perlahan sudah mulai muncul teknologi chatbot atau software untuk percakapan. Kemunculan internet banking dan mobile banking, serta mesin ATM setoran tunai (cash deposit machine/CDM). Teknologi ini membuat peran teller kian terkikis di era saat ini. “Serbuan fintech juga bisa mengganggu dan mencuil pangsa pasar,” imbuh Paul.

Selain itu, kata dia, bank juga harus mulai memikirkan untuk membatasi pembukaan kantor cabang dan merelokasi kantor cabang yang kurang potensial ke daerah yang lebih potensial dari sisi bisnisnya.

SAP dikutip dari berbagai sumber/Editor