“Komitmen, Iuran, dan Kinerja merupakan Kunci Sukses dalam Meningkatkan Pelayanan terhadap Anggota SPN’’
(Refleksi organisasi pasca Rakernas II SPN 2026 Jakarta)
Jakarta 20 Januari 2026, Sumber daya manusia merupakan aset utama dalam menentukan efektivitas dan keberlanjutan organisasi, termasuk organisasi serikat pekerja seperti Serikat Pekerja Nasional (SPN). Keberhasilan organisasi serikat pekerja tidak hanya ditentukan oleh struktur yang banyak serta regulasi dalam organisasi yang lengkap, tetapi juga butuh asupan tingkat komitmen pengurus, ketersediaan sumber daya keuangan, serta kinerja dalam memberikan pelayanan kepada anggota
Rakernas ke rakernas terus berlalu mengisi ruang menuju kongres berikutnya, komitmen dan berbagai tanggapan serta solusi untuk perbaikan organisasi atas kinerja pun terus dilontarkan dalam forum resmi organisasi tersebut.
Pelayanan yang berkualitas menjadi indikator penting dalam menilai kinerja organisasi serikat pekerja. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi SPN adalah rendahnya kesadaran anggota dalam memenuhi kewajiban pembayaran iuran walaupun sudah dituangkan secara tegas dalam AD-ART perihal besaran, penyaluran, penggunaan serta pelaporannya, yang sampai saat ini kepatuhan iuran anggota baru tercapai lebih kurang 52% rata – rata pendapatan organisasi secara nasional dan harus melayani 18 wilayah propinsi di Indonesia
Kondisi ini berdampak pada keterbatasan anggaran operasional dan berpotensi menurunkan kualitas pelayanan. Oleh karena itu, kajian mengenai hubungan antara komitmen, iuran, dan kinerja menjadi relevan untuk memahami upaya peningkatan pelayanan terhadap anggota SPN.
SPN memiliki peran strategis dalam memperjuangkan hak, perlindungan, dan kesejahteraan pekerja serta advokasi publik dalam lainnya baik lokal maupun yang berdampak global . Pelaksanaan peran tersebut membutuhkan pengurus yang memiliki komitmen tinggi serta dukungan pendanaan yang memadai. Iuran anggota merupakan sumber pendanaan utama yang digunakan untuk membiayai kegiatan organisasi, seperti advokasi, pendidikan anggota, dan pelayanan administrasi (Sinambela, 2018).
Dalam praktiknya, tingkat kesadaran anggota SPN dalam membayar iuran masih tergolong rendah. Sebagian anggota belum memahami bahwa iuran merupakan bentuk tanggung jawab kolektif untuk menjaga keberlangsungan organisasi. Rendahnya iuran yang terkumpul berdampak pada terbatasnya program kerja dan menurunnya kinerja pengurus dalam memberikan pelayanan. Selain itu, lemahnya komitmen sebagian pengurus dalam menghadapi keterbatasan sumber daya juga memperburuk kondisi pelayanan organisasi (Robbins & Judge, 2017).
Kondisi tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara komitmen pengurus, kepatuhan anggota dalam membayar iuran, dan kinerja organisasi. Tanpa pengelolaan yang baik terhadap ketiga aspek tersebut, pelayanan terhadap anggota SPN tidak akan berjalan secara optimal.
Maka berdasarkan kondisi tersebut, yang menjadi rumusan masalah dalam artikel ini adalah sebagai berikut:
- Bagaimana peran komitmen pengurus SPN dalam meningkatkan pelayanan terhadap anggota?
- Bagaimana pengaruh rendahnya kesadaran anggota dalam membayar iuran terhadap kinerja pengurus SPN?
- Bagaimana hubungan antara komitmen, iuran, dan kinerja dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap anggota SPN?
Tinjauan Pustaka
Komitmen organisasi didefinisikan sebagai tingkat keterikatan individu terhadap organisasi yang tercermin dalam loyalitas, keterlibatan, dan keinginan untuk mempertahankan keanggotaan (Meyer & Allen, 1997). Pengurus yang memiliki komitmen tinggi cenderung menunjukkan tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada anggota, meskipun dihadapkan pada keterbatasan sumber daya.
Iuran anggota merupakan kontribusi finansial yang bersifat wajib dan menjadi sumber pendanaan utama organisasi serikat pekerja. Pengelolaan iuran yang transparan dan akuntabel dapat meningkatkan kepercayaan anggota serta mendorong partisipasi aktif dalam organisasi (Sedarmayanti, 2017). Sebaliknya, rendahnya kesadaran anggota dalam membayar iuran dapat menghambat operasional organisasi dan menurunkan kualitas pelayanan.
Kinerja pengurus adalah hasil kerja yang dicapai dalam melaksanakan tugas organisasi, yang dapat diukur melalui kualitas pelayanan, ketepatan waktu, dan kemampuan menyelesaikan permasalahan anggota (Mangkunegara, 2016). Kinerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk komitmen organisasi dan ketersediaan sumber daya keuangan. Dengan demikian, keterbatasan iuran anggota dapat berdampak langsung pada menurunnya kinerja pengurus SPN.
Kesimpulan
Komitmen pengurus, iuran anggota, dan kinerja memiliki hubungan yang saling berkaitan dalam meningkatkan pelayanan terhadap anggota SPN. Rendahnya kesadaran anggota dalam membayar iuran menjadi permasalahan utama yang berdampak pada keterbatasan sumber daya keuangan dan menurunnya kinerja pelayanan. Di sisi lain, komitmen pengurus yang kuat dapat membantu menjaga stabilitas pelayanan, meskipun tidak sepenuhnya dapat menggantikan peran dukungan finansial. Tidak semestinya organisasi ini berjalan terus karena Funding atau pun kerja sama dengan lembaga lain yang sifatnya periodik. Kita yakinkan dengan peningkatan kemandirian dan mencurahkan segenap sumber daya dan sumber dana yang kita punya, SPN bisa lebih mandiri, independen, kuat, solid dan hebat
Oleh karena itu, SPN perlu meningkatkan edukasi kepada anggota mengenai pentingnya iuran sebagai bentuk tanggung jawab kolektif. Selain itu, penguatan komitmen dan profesionalisme pengurus juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan. Sinergi antara komitmen, kepatuhan iuran, dan kinerja diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan serta kredibilitas SPN sebagai organisasi serikat pekerja sebagaimana yang diharapkan anggotanya sebagaimana semboyan yang terus bergema Satu Hati, Satu Tekad, Satu Tujuan “Yes We“. (dikder2026)