Morowali (15/05/2026) — Pimpinan Serikat Pekerja Nasional (PSP SPN) PT ITSS menggelar Rapat Koordinasi di Sekretariat SPN. Sebanyak 60 peserta menghadiri agenda penting organisasi tersebut. Sementara itu, forum ini bertujuan untuk menjaga bara perjuangan buruh tetap menyala.
Ketua PSP SPN PT ITSS, Ahmad Pasau, melihat tekanan besar terhadap hak anggota saat ini. Bahkan, regulasi baru dan beban kerja saat ini terasa semakin tidak proporsional.
Selain itu, rapat tersebut juga menyoroti berbagai tantangan internal organisasi. Pengurus mengidentifikasi adanya sikap apatis dan komunikasi yang melemah antaranggota. Oleh karena itu, ego sektoral perlahan dapat mengikis fondasi solidaritas buruh.
Rakor ini menjadi momentum tepat untuk menyatukan gagasan seluruh pengurus. Selanjutnya, mereka menyusun langkah strategis demi menghadapi gelombang tantangan ke depan.
Ahmad Pasau memberikan motivasi kuat kepada seluruh peserta rapat.
“Pelaut yang tangguh tidak lahir dari laut yang tenang,” tegas Ahmad Pasau.
Singkatnya, ungkapan tersebut mengingatkan buruh agar tetap teguh menghadapi dinamika perubahan.
Forum tersebut kembali menggaungkan filosofi sapu lidi yang sangat bermakna. Persatuan kolektif yang kokoh menjadi kunci utama kekuatan serikat pekerja. Akibatnya, buruh akan runtuh jika mereka memilih untuk tercerai-berai.
Peserta juga membahas rancangan program kerja masa depan dengan matang. Kemudian, mereka menekankan penguatan kesolidan anggota sebagai fokus utama. Anggota menyampaikan kritik yang berpijak pada data serta solusi nyata.
Seluruh peserta berkomitmen penuh menjaga loyalitas dan konsistensi perjuangan. Oleh karena itu, mereka mengusung semangat “Satu Hati, Satu Tekad, Satu Tujuan”.
“PSP SPN PT ITSS tetap solid, konsisten, dan berkomitmen,” tutup pengurus.
(SN-08)





