HAMBATAN dalam BERORGANISASI

HAMBATAN dalam BERORGANISASI

Dalam  berorganisasi seringkali terdapat beberapa hambatan dan kendala pada saat pelaksanaannya. Hambatan itu bisa berasal dari anggota/pengurus sendiri maupun berasal dari luar atau lingkungan sekitarnya.

Ketika terdapat suatu hambatan dari dalam organisasi, tentu saja kita harus melaksanakan evaluasi, dari manakah hambatan tersebut berasal dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Biasanya beberapa halangan dalam suatu organisasi itu terjadi karena beberapa hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh anggota/pengurus pada organisasi tersebut diantaranya :

1. Mengatakan sesuatu yang tidak produktif

Hal yang satu ini biasanya di ucapkan oleh seorang anggota/pengurus yang gampang sekali mengeluh dan suka membanding-bandingkan pekerjaannya dengan pekerjaan anggota/pengurus yang lain. Hal ini dapat menyebabkan semakin tidak kondusifnya suasana didalam organisasi karena akan membuat hubungan antara anggota/pengurus semakin renggang.

2. Marah-marah yang tidak jelas dan tidak pada tempatnya.

Hal ini biasa dilakukan oleh seorang pemimpin  pada suatu bagian. Biasanya karena seorang anggota/pengurus tidak melaksanakan sesuai instruksi. Marah memiliki banyak kekurangan dan sama sekali tidak memiliki satu kelebihan. Alangkah baiknya seorang pemimpin memiliki kualitas public speaking yang luar biasa yang dapat mempengaruhi seluruh anggota/pengurus menuju masa depan yang lebih baik, bukan skill marah-marah yang terus dipelihara.

3. Egoisme

Satu ini memang sering kali terjadi dalam suatu organisasi, seorang anggota/pengurus terlalu memaksakan kehendak untuk melaksanakan apa yang dia ingin lakukan. Jika alasannya masuk akal mungkin tidak akan menjadi suatu permasalahan dan dapat dilaksanakan, tetapi tidak menutup kemungkinan jika Ketuanya yang egois maka sang Ketua akan bersikeras menolak usulan anggota/pengurus tanpa alasan, walaupun usulan itu lebih baik dampaknya dan dapat dipertanggungjawabkan.

4. Komitmen dengan apa yang sudah menjadi keputusan bersama

Sering kali sebuah keputusan yang sudah diambil akhirnya hanya menjadi sebuah keputusan yang tidak bisa dijalankan karena tidak ada komitmen dari anggota/pengurus. Seharusnya sebuah keputusan yang dihasilkan tidak lagi menjadi bahan perdebatan tetapi tinggal dilaksanakan.

5. Ketegasan pimpinan/Ketua

Seringkali karena ketidaktegasan dari pimpinan/Ketua membuat anggota/pengurus menjadi semakin berbuat semaunya. Semakin sering dibiarkan maka kondisi internal organisasi akan semakin tidak kondusif, semakin lama maka semuanya akan menjadi semakin tidak terkendali. Seorang pemimpin dituntut untuk dapat berbuat dengan tegas dan bijaksana minimal dengan ketegasan seorang pemimpin/Ketua maka perbedaan di dalam internal organisasi dapat diminimalisir.

Demikianlah beberapa hal yang seringkali menjadi hambatan di dalam organisasi dan penulis berharap agar tulisan ini dapat berguna bagi siapapun yang membacanya.

 

Shanto dari berbagai sumber/Coed

KONTRIBUSI KANTOR PUSAT

TOTAL DANA YANG TERKUMPUL

Rp.323.602.000

Untuk lebih detailnya klik.

Arsip

Kolom Iklan