BALI (08/11/2026) – Ketua IndustriALL Indonesia Council, Iwan Kusmawan, mendorong solidaritas global dalam rangkaian pembukaan Rakernas FSP ISSI 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aston Kuta Hotel & Residence, Bali.

Dalam sambutannya, Iwan menyinggung undang-undang ketenagakerjaan baru. Selain itu, ia mendorong serikat pekerja mengawal implementasi regulasi agar menghadirkan perlindungan, kepastian kerja, dan kesejahteraan.

Menurut Iwan, perubahan aturan tidak boleh berhenti di atas kertas. Sebab, pekerja menghadapi tantangan yang melampaui persoalan perusahaan dan batas negara.

Ia menyoroti perubahan industri, persaingan global, transformasi teknologi, serta restrukturisasi perusahaan. Karena itu, Iwan menekankan kebutuhan solidaritas dan kerja sama serikat pekerja internasional.

IndustriALL dan Jaringan Perjuangan Pekerja

IndustriALL Global Union merupakan federasi serikat pekerja global yang mewakili jutaan pekerja di berbagai negara. Organisasi ini mencakup sektor manufaktur, pertambangan, dan energi.

Selain itu, IndustriALL memperjuangkan hak buruh, kebebasan berserikat, perundingan kolektif, upah layak, serta keselamatan dan kesehatan kerja. Organisasi tersebut juga memperjuangkan keadilan bagi pekerja dalam transformasi industri.

Baca juga:  Semangat Tinggi Anggota SPN dalam Kejuaraan SPN Cup 2024 Woodball di Yogyakarta

Di Indonesia, IndustriALL menjembatani serikat nasional untuk membawa persoalan perburuhan ke forum internasional. Dengan demikian, jaringan tersebut dapat memperkuat posisi tawar pekerja menghadapi dinamika industri global.

Melalui IndustriALL Indonesia Council, federasi afiliasi membangun koordinasi dan menyatukan agenda perjuangan. Selain itu, mereka dapat memperkuat advokasi berbagai persoalan ketenagakerjaan di Indonesia.

Dukungan jaringan internasional dapat mendorong perusahaan multinasional, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya memperhatikan standar ketenagakerjaan. Dengan demikian, persoalan pekerja Indonesia dapat memperoleh dukungan perjuangan lintas negara.

FSP ISSI dan Persoalan Industri Semen

Secara khusus, Iwan berharap FSP ISSI lebih aktif memperkuat jaringan perjuangan internasional. Ia juga mendorong partisipasi dalam forum Unity Meeting di tingkat global.

Menurut Iwan, industri semen Indonesia menghadapi kelebihan kapasitas produksi, persaingan, restrukturisasi, dan persoalan keberlangsungan pekerjaan. Sementara itu, pekerja industri semen di negara lain juga menghadapi tantangan serupa, menurutnya.

Baca juga:  PSP SPN PT Coats Rejo Indonesia Galang Dana untuk Korban Bencana

Karena itu, Iwan mendorong pekerja Indonesia menyuarakan persoalan mereka di forum internasional agar menjadi agenda perjuangan bersama. “Solidaritas internasional harus menjadi kekuatan untuk memastikan hak dan kesejahteraan pekerja tetap terlindungi,” ujar Iwan.

Memperkuat Organisasi dan Perlindungan Pekerja

Pesan Iwan menekankan pentingnya masa depan pekerja dalam agenda transformasi industri. Selain konsolidasi internal, penguatan FSP ISSI memerlukan perluasan jaringan solidaritas dan peningkatan kapasitas perjuangan.

Rakernas ini diharapkan menjadi forum evaluasi, penyusunan program kerja, serta penguatan organisasi yang mandiri dan solid. Sementara itu, FSP ISSI berkomitmen memperjuangkan hak, kepastian kerja, perlindungan, dan kesejahteraan pekerja industri semen.

FSP ISSI memperkuat perjuangan tersebut melalui basis keanggotaan dalam negeri dan jaringan internasional. Dengan demikian, penguatan organisasi menghubungkan perjuangan pekerja di tingkat nasional dengan solidaritas global.

(SN-03)

Suasana peserta dan panggung pembukaan Rakernas FSP ISSI 2026 di Bali.
Suasana pembukaan Rakernas FSP ISSI 2026 di Bali.