Heru Anwari mengharumkan nama bangsa melalui BMX

Saya lahir tahun 1991 di Kota Serang Tepatnya di Jalan TB Sueb cigabus dekat pasar rau Saya anak pertama dari tiga bersaudara Nama ayah saya adalah tahyan Maulana dan ibu saya adalah hamdariya, saya akan cerita mengenai ayah saya, ayah saya asal dari Cianjur kampung nanggewer Pasir Hayam, Ayah saya adalah anak pertama dari lima bersaudara juga dan kakek saya adalah Haji apa sulfadli beliau merupakan kyai besar di kampung tersebut atau di Cianjur,

Sedikit cerita yang saya tahu mengenai Ayah saya adalah beliau orang yang sangat kuat dan senang berpetualang karena Nama ayah saya pada awalnya adalah tahan Sudrajat dan ayah saya pertama menikah dengan seorang wanita di Cianjur dan memiliki 2 orang anak yaitu Teteh saya ya teh Ita dan Teh Ani mereka sudah ditinggal mungkin sejak kecil saya tidak tahu jelasnya anda masalah apa Ayah saya berpisah dengan ibu nya teh Ita dan Teh Ani ayah. Ayah saya pernah bercerita bahwa perjuangan ayah saya itu ketika ditinggal oleh kakek saya mungkin pada umur SMP beliau harus membiayai adik-adiknya, ayah saya melakukan an- nissa yang saya rasa kalau dilihat dari zaman sekarang ya, ayah saya membeli pisang yang dari warga kampung lalu ayah saya membawanya ke pasar pada subuh hari itu dengan jalan kaki mungkin sekitar 5 kilo atau lebih dan itu posisi jalannya sangat gelap dan jalanan Setapak di pegunungan karena Saya pernah kesana juga sering setiap tahun.

Saya melihat suatu pengorbanan dan kerja keras tanggung jawab untuk bisa menghidupi semua keluarga dan ayah saya gemar juga memelihara ayam juga kambing di belakang rumahnya ada kandang kambing dipelihara sendiri oleh keluarga. ayah saya bercerita bahwa kakek saya adalah orang yang dituakan di kampung tersebut karena memang sosok Kyai dan banyak sekali membantu warga kampung Dalam mengobati penyakit atau hal penolong lainnya kalau berbicara Magic atau ilmu ayah saya berbicara bahwa kakek saya ya bisa melihat penyakit atau hal-hal gaib dari sebuah baskom jadi kakek saya dari Cianjur adalah Kyai yang sering menolong warga atau orang-orang di kampung tersebut pastinya di jalan yang benar juga brkat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ini sedikit cerita tentang kake saya bahwa keluarga saya adalah keluarga yang memang Ikhlas untuk menolong orang-orang atau warga di kampung mungkin masyarakat luas.

Ayah saya menjual pisang di pasar bukan hanya menjual pisang langsung ke orang-orang, artinya misalkan kan sore hari ini hari Senin ayah saya membeli pisang satu turu dan keesokan harinya dibawa ke pasar dan dijual mungkin dengan harga yang berbeda, itu mungkin di awal-awal lama kelamaan ayah saya menemukan agen makanan oleh-oleh khas Cianjur di dalamnya itu ada manisan ada asinan ada makanan makanan ringan ada buah- buahan dan lain-lain. Ayah saya juga bercerita akhirnya ayah saya menjadi supplier buah- buahan untuk manisan dan buah-buahan untuk asinan juga mungkin buah-buahannya secara langsung kepada agen oleh-oleh di kota Cianjur yang saya bisa ambil adalah ayah saya selalu melihat peluang kerja keras dan networking atau jaringan yang itu membangun saya akhirnya entah kenapa apa saya berpikir untuk bisnis atau entrepreneur dengan membangun jaringan- jaringan yang besar atau kenalan kenalan teman-teman relasi yang banyak bukan hanya di kota provinsi atau Indonesia bahkan saya membuka jaringan di seluruh dunia internasional.

Ayah saya pergi Pesantren Dia bercerita adalah pesantren Aang Nuh kalau kita cari di Google kisah Aang Nuh ini dan ke karomahan nya sangatlah besar banyak cerita tentang Aang Nuh ini yang menjadi nyata misalkan contohnya ayah saya bercerita bahwa menu dahulu pernah memainkan seluruh binatang seperti kodok sapi kambing ayam itu pawai berbaris melalui perintah Aang Nuh artinya Ayah saya ya pernah mempunyai guru yang sangat hebat atau mempunyai Karomah yang sangat luar biasa dan masih sangat banyak lagi cerita-cerita lainnya yang nyata.

Lalu setelah pesantren di beberapa tempat pernah juga puasa di cikundul tempat penjarahan saat ini di Cianjur pernah juga ke Gunung Salak adalah gunung yang tertua sebelum adanya piramid di dunia. Ayah saya diminta untuk pergi ke Banten oleh gurunya jadi pilihannya adalah guru ayah saya itu mengatakan Kamu ingin mendapatkan dunia atau muda menjadi dituakan, artinya dunia adalah harta mungkin yang saya ambil saat ini pandangannya.

Jadi ayah saya mendapatkan pilihan adalah kamu ingin mendapatkan dunia atau menjadi muda yang dituakan, kalau kamu ingin mendapatkan dunia kamu pergi ke Jakarta Pergi ke Tanjung Priok makam Mbah Priok maka kamu di situ Insya Allah mendapatkan dunia. Tapi kamu jika ingin menjadi mudah dituakan Pergilah ke Banten maka ayah saya pergi ke Banten. Ayah saya pergi ke Banten untuk berjualan juga di pasar berjualan rambutan di terminal pakupatan dan di terminal yang dulu lokasinya di ciceri, dan ayah saya bertemu dengan Ibu saya itu di kontrakan lokasinya di di komplek widara yang sekarang menjadi Kompleks widara dulunya mungkin area widara

Daerah widara dulunya itu sangat sepi becak pun kalau mau lewat itu harus berbondong- bondong dan membunyikan lonceng lonceng becak karena memang jalur itu jalur yang sangat seram di samping-sampingnya ditumbuhi oleh bambu bambu yang sangat rindang sehingga gelap karena memang di depannya ada kuburan warga yaitu kuburan cigabus dan disebelah kanannya kuburan Tanggul memang area kuburan, ayah saya mengontrak di kontrakan kakek saya yang dulu kontrakannya masih biasa, dan yang mengurus kontrakannya itu adalah ibu saya.

Jadi Bapak saya ya kita rubah kata-katanya menjadi bapak Karena saya memang memanggilnya bapak. Bapak saya mengontrak kepada kontrakan Ibu saya kurang lebih seperti itu dan yang mengurus di situ adalah Kakek Nenek saya juga tapi Kakek Nenek saya tinggal di Ciomas Ibu saya dulu adalah honorer di SMP Negeri Ciomas dan pulang pergi ke kota Serang untuk mengurus kontrakan singkat cerita, ayah saya di situ menjadi sosok pemberani atau kau orang yang hebat contohnya sedikit adalah ayah saya berani menebang pohon-pohon yang rindang sehingga membuat jalanan gelap, ayah saya berani menebas pohon-pohon yang gelap pohon-pohon yang rindang di area area kuburan sehingga jalanan disitu menjadi terang dan ramai lama-kelamaan juga lain cerita adalah ada sering kecelakaan di daerah situ mungkin pernah hampir setiap hari lah di saat saya SD, dan di zaman dulu juga mungkin berarti banyak juga kecelakaan-kecelakaan yang saya tidak tahu Sebelum saya lahir cerita dari ibu saya, suatu ketika ada orang yang jatuh dari motor dan orang itu pingsan dan semua orang bingung di situ Di situ ada ibu saya ada Bapak saya ada Kakek Nenek saya dan orang-orang yang di situ akhirnya Orang yang jatuh pingsan itu dibawa ke samping dan oleh Bapak saya diobati menggunakan air dan doa.

Ayah saya bisa menghadapi hal-hal seperti itu dengan sangat tenang dan dan percaya diri sehingga akhirnya orang tersebut bisa sembuh sendiri dengan bantuan doa, banyak hal-hal lain yang mungkin saya tidak tahu yang membuat kakek Saya tertarik kepada kehebatan keberanian ayah saya ini akhirnya masuk ke dalam romantis cerita ibu saya dari pulang ngajar datang ke kontrakan untuk mengontrol kontrakan setiap hari itu jaraknya jauh kalau naik angkot sekitar 40 menit Jadi ayah saya itu melihat seorang wanita yang cantik dan kerja keras juga goda kamu capek ya sini saya urutin itulah kisah romantis ayah saya pernah bercerita tersenyum dan bercanda kepada ibu saya dan akhirnya ayah saya jatuh cinta kepada ibu saya dan ibu saya pun jatuh cinta kepada ayah saya.

Dan keluarga dari ibu saya pergi ke Cianjur untuk mengecek kepastian keluarga saya dari ayah dan akhirnya memang disetujui untuk bisa menikah di Banten. Akhirnya mereka berdua menikah tahun 90-an mungkin berarti kejadian-kejadian itu sekitar tahun 80-an dari Cianjur Pesantren mungkin tahun 70-an lalu dimulailah cerita tahun 91 lahirnya saya itu ada di kontrakan dan kontrakan itu masih belum sehebat sekarang kalau posisi sekarang ada ruko enam dan bangunan dari batu yang kokoh Itu cerita dari ayah saya adalah perjuangan ayah saya juga dengan teman-temannya dari Cianjur, membantu kakek saya untuk menciptakan kontrakan yang sangat besar Bayangkan saja di tahun 90-an ada tiga ruko tingkat walaupun pakai kayu juga ada 30 pintu kamar kontrakan dan luasnya kurang lebih 1000 meter.

Kita bisa bayangkan bahwa membangun sebesar itu butuh keberanian dan perjuangan dan kerja keras yang sangat hebat berarti Disini yang hebat adalah kakek Saya dari ibu saya dan ayah saya juga membantu HP saya itu hebat Akhirnya bisa mendapatkan ibu saya. Pada saat itu Ayah saya sering menjual rambutan kelapa pisang dan lain-lain karena memang itu basic ayah saya yang dibawa dari Cianjur berbisnis di pasar mungkin suatu saat ini akan saya lanjutkan Ketika saya pulang ke Indonesia dan memang harus bisa besar di bisnis atau di jualan di pasar, ayah saya waktu itu bercerita adalah dengan modal Rp25.000 ada saya membeli suatu kios kecil Kalau dulu masih sering kita lihat tahun 90/2000 itu ada kios-kios di pinggir jalan yang ukurannya 1 M x 2 M yang bisa ditutup dan ditinggal setelah menikah itu mereka bercerita mereka membuka usaha warung yaitu warung kios itu dengan modal Rp25.000 membeli kios bekas orang yang pindah akhirnya kiosnya dibeli oleh ayah saya dan membuka warung itu lokasinya bukan di kontrakan yang sekarang.

Lokasinya jauh sekitar 200 meter dari kontrakan yang sekarang yaitu di depan komplek Ciputat lokasinya di situ singkat cerita pembangunan kontrakan sudah selesai mungkin akhirnya Ibu saya menempati sebelumnya di kontrakan yang di belakang di kios yang jaraknya 200 m di depan komplek Ciputat itu setelah kontrakan jadi dibangun dengan 2 lantai dengan ada ruko di depan akhirnya Ibu saya menempati tempat yang di depan di ruko pertama itu membuka warungnya melanjutkan warung yang tadi di kios itu yaitu warung jual rokok makanan-makanan kecil warung lah Pada dasarnya, Jadi di lanjut dari yang tadi mempunyai warung akhirnya pindah ke dalam ruko dan mempunyai warung yang besar.

Ayah saya akhirnya yang saya tahu ya di umur 5 tahun sampai 7 tahun itu menjadi panutan juga di masyarakat disitu seperti menjadi imam masjid menjadi imam jumatan di masjid juga ceramah jumatan di masjid dan setiap malam Jumat membaca Marhaba atau yasinan di masjid al-mukhlisin yang sekarang ada di sana itu adalah Masjid saya di masa kecil tempat bermain bersama teman-teman setiap malam Jumat ayah saya memang selalu yasinan dan membelikan makanan atau membuat makanan yang dibawa ke masjid dan setelah Marhaban dibagikan ke semua orang yang ada di situ selama hidup saya sampai ayah saya meninggal bahkan ayah saya sakit-sakitan ayah saya tidak pernah meninggalkan hal itu.

Baca juga:  PERSIAPAN SPN JAKARTA UTARA DALAM RANGKA MAY DAY 2018

Setiap malam Jumat dia ada uang berapa pun ia akan membeli makanan seperti roti atau gorengan kalau dulu mungkin sekitar tahun 90 dan 2000-an hingga 2010 sebelum ayah saya sakit-sakitan Marhaban dan yasinan nya selalu dilakukan di masjid dan malam Jumat selalu membagikan makanan poinnya adalah ayah saya ya Apapun yang kamu punya kita harus berbagi bersama pada anak-anak ataupun warga sekitar, hingga ayah saya sakit pun di rumah itu menjadi tempat mengajar ngaji anak-anak umur 3 tahun sampai 10 tahun itu ramai Hampir ada 20 anak, dan setiap malam Jumat masih melanjutkan kegiatan yasinan dan membagikan makanan untuk anak-anak itulah mengapa apa Ayah saya selalu mendapatkan rezeki yang tidak diduga atau tidak ada arahnya arah dalam arti kalau ibu Saya berjualan dari situ rezekinya jalannya dari jualan.

Tapi kalau ayah saya orang Berkelana di siang-siang itu seseorang datang ke rumah Ibu saya selalu mengatakan “bapak nak ke liar” dalam bahasa Indonesia adalah tidak ada bapaknya lagi pergi keluar teman-temannya sangat banyak. Dari mulai pedagang dari mulai sopir tukang jahit sampai Bapak Walikota sekarang Pak Saripudin Walikota kota Serang itu adalah teman dekat dari almarhum ayah saya yang dulunya Pak Saripudin juga sering datang ke warung saya dan membuat kopi Itu cerita dari ayah saya jangan Alhamdulillah sekarang menjadi walikota yang dulunya mungkin dari camat perjuangannya berat juga yang rumahnya memang di widara dekat.

Artinya ayah saya memberikan kepada saya ilmu Perbanyaklah silaturahmi atau Perbanyaklah networking jaringan maka akan datang rezeki dari pintu yang tidak diduga, ayah saya juga mempunyai ilmu yang bisa dikatakan hebat, intinya nya mungkin keturunan dari kakek saya, yang saya tahu ayah saya itu sering membantu semua masyarakat di daerah situ bahkan seluruh kota Serang mungkin sudah dikenal contohnya ayah saya bisa mengobati orang yang kesurupan atau anak kecil yang diganggu oleh setan dengan membacakan doa dengan air ataupun dengan mengurut kalau anak kecil diurut atau dipijat, jadi ayah saya itu dulu Tahyan Maulana.

Sudah sangat terkenal di kota Serang sebagai orang pintar atau orang yang bisa mengobati gangguan jin atau setan, sampai dulu saya ingat kak Bapak saya mempunyai kartu nama yang disebar juga, juga mempunyai handphone itu Umur saya sekitar 3 tahun saya lupa lamkin 5 tahun, artinya Ayah saya berusaha untuk gimana caranya berpromosi dan mengikuti teknologi pada era tersebut tahun 2000-an Milenium mungkin tahun 90-an karena SD aja 2000 itu kelas 2 berarti tahun 90-an sudah ada kartu nama dan HP. Berarti dia mengikuti teknologi dan mengikuti perkembangan promosi pada era itu sudah sangat terbagus kita harus sadar.

Banyak cerita tentang kehebatan ayah saya yang sedikit saya tahu adalah anak kecil biasanya diganggu oleh setan sering malam-malam menangis ataupun berbicara sendiri Ayah saya bisa mengobatinya dengan memberikan doa atau memberikan air yang telah diberikan doa kepada anak tersebut dan alhamdulillah dengan izin Allah, anak tersebut bisa menjadi tenang atau bisa menjadi tidur nyenyak, juga kalau anak kecil sakit kecetit jatuh mungkin keseleo atau lain-lain. Ayah saya bisa mengurut anak kecil diurut Akhirnya bisa sembuh Dan itu setiap hari lebih dari 5 pasien yang datang anak kecil bapak-bapak dan orang lain yang meminta bantuan apapun itu. Kalau orang dewasa banyak juga yang sakit yang memang mungkin pegel yang mungkin memang kenal dengan ayah saya sering datang kerumah untuk mengobrol dan dipijit.

Dan itu mendatangkan rezeki untuk ayah saya yang tak terhingga dan tidak tahu berapa per harinya tapi ayah saya bisa membiayai saya keluarga saya semuanya yang sudah jelas itu dari jalan Allah. Contoh lain ada keluarga baru yang pindah ke satu Perumahan akhirnya dia merasa di perumahan tersebut ada yang mengganggu atau ada gangguan gangguan setan atau jin biar merasa tidak betah dan datang kepada saya untuk meminta bantuan ayah saya datang ke rumah tersebut ke Perumahan tersebut memberikan air dan doa-doa dan dengan izin Allah juga alhamdulillah rumah itu menjadi adem dan tenang dan bisa untuk ditinggali.

Contoh lain juga ada orang kesurupan sudah dibacakan surat-surat apa tidak mau keluar sampai akhirnya orang-orang bingung dan ayah saya dipanggil oleh temannya untuk bisa mengobati orang yang kesurupan tersebut, Lalu cerita ayah saya orang yang kesurupan itu berbicara sendiri Saya hanya bisa diobati oleh Bapak itu menunjuk kepada ayah saya, dan menurut ayah saya di situ posisinya banyak sekali orang-orang yang mengobati tapi tidak ada yang mampu mengeluarkan jin itu dari tubuh manusia itu, hanya melihat dari jauh dan membacakan doa yang ayah saya kuasai, merasa terganggu oleh kedatangan ayah saya dengan membacakan doa tersebut dan mengatakan “saya hanya bisa diobati oleh Bapak itu”

contoh besar lain adalah ketika pasar rawu itu mau digusur semuanya akan dirombak menjadi RTC rou and center Yang sekarang kita lihat pasar modern terbesar di Banten dulunya itu ada pohon yang tidak bisa ditebang kalau ditebang itu dia bisa berdiri lagi dan juga kendaraan beko berat itu itu rusak tiba-tiba itu cerita dulu yang Saya dengar bahkan yang saya dengar dan berkeliaran di masyarakat adalah banyak korban jiwa juga dari pohon tersebut Tapi itu semua Mungkin hanya isu hingga masuk publik juga koran dan lain-lain beritanya ada pohon di pasar Rau tidak bisa ditebang, dengan izin Allah Bapak saya menjarah pohon tersebut dan berkomunikasi dengan jin tersebut dan dia mengatakan bisa untuk dipindahkan ke pohon yang lain yang jauh, akhirnya dipindahkan ke ada guru dari ayah saya juga di Kasemen namanya adalah kapten, nanti kita berbicara tentang Pak Kapten dan Kasemen.

Jadi zin tersebut dengan izin Allah, ayah saya bercerita tersebut dibawa oleh ayah saya pergi ke Kasemen dipindahkan ke satu pohon di sana, dan ayah saya mengatakan bahwa di bawah pasar Rabu itu ada lorong kerajaan jin jadi tersebut tidak mau diganggu keberadaannya oleh apa pembangunan dan lain-lain karena mungkin pintunya adalah dari pohon tersebut, akhirnya pohon tersebut bisa di gusur dengan aman dan selamat pada hari Jumat tidak salah, singkat cerita tahun 96 ke-97 itu Ibu saya memutuskan untuk berjualan makanan atau nasi berubah menjadi rumah makan dari warung yang dulu dimulai karena area tersebut sudah menjadi ramai dan kontraktor akhirnya mengontrak di atas ruko yang dibangun di bawah itu jadi di atasnya disewakan untuk para pekerja proyek pasar dan setiap hari semua pekerja proyek tersebut makan di rumah makan Ibu saya dan sudah bisa dibayangkan tahun 2000 atau 90-an itu mau makan Ibu saya ramai karena memang menjadi tempat perkumpulan orang- orang yang membangun pasar.

Cara Allah untuk bisa merubah 1 kehidupan keluarga Akhirnya saya bisa sekolah ah dan di pesantren pergi untuk pergi ke pesantren dari biaya rumah makan tersebut keluarga saya mendapatkan rezeki dari rumah makan dan relasi seluruh yang dimiliki oleh ayah saya dari pekerjaannya yang sering berkelana dan bersilaturahmi ketemu temen-temen dan banyak temen-temen yang harus minta bantuannya untuk mengobati atau hal-hal lain.

Kalau ingin tahu Lebih Detail cerita tentang ayah saya itu sangat banyak sekali tapi memang menarik untuk diceritakan saya akan Coba ceritakan Disini sedikit

Cerita lain mengenai Ayah saya adalah,

ayah saya sering berkelana orangnya sering berjalan-jalan berjalan kaki ke kampung- kampung bahkan ke kampung pakai saya yang ada di Ciomas, Dia berjalan kaki bertemu warga ke kebun mengambil buah dan lain-lain, sehingga di sela-sela perjalanan saya sering bertemu dengan orang yang mungkin sakit ataupun punya gangguan hal-hal lain akhirnya ayah saya membantu dan ayah saya tidak pernah meminta sepeserpun atau bayaran ayah saya tidak pernah mengajarkan kepada saya apa itu ikhlas.

Tapi ayah saya melihat kan ikhlas itu seperti apa, Ikhlas itu  berjalan  di jalan Allah dan di pertemukan oleh orang-orang yang ingin membutuhkan bantuan nya saya membantu dengan jalan Allah bisa sembuh karena tujuannya adalah beribadah membantu sesama, jadi ketika pulang Ayah saya sering bercerita Tadi ada anak kecil yang jatuh dari sepeda kasihan tangannya keseleo akhirnya ayah saya saya mengobati, ada juga cerita lain ayah saya pernah bertemu dengan orang yang sudah sakit lama dia sudah ah tidak bisa apa-apa hanya bisa tidur seperti stroke itu di suatu kampung ketika ayah saya berkelana berjalan-jalan.

Jadi ayah saya akhirnya mengobati secara rutin mungkin setiap minggu ke situ hanya untuk mengobati mengurut memijat dan alhamdulillah bisa sembuh, masih banyak keajaiban-keajaiban yang ayah saya ceritakan dan baru sekarang saya bisa sadar bahwa itu hal besar pengorbanan besar tidak ada memikirkan materi sedikitpun atau pun bayaran dan lain-lain tapi beribadah kepada Allah dan memberikan bantuan kepada orang itu hanya tujuan utamanya, itu kehebatan yang sangat luar biasa, mungkin untuk tambahan cerita-cerita tentang ayah saya bisa lebih menarik bisa ditanyakan langsung kepada orang-orang yang sekarang masih hidup saudara dari ibu saya ya atau saudara dari ayah saya juga orang-orang yang yang masih ada di komplek widara atau di pasar Rau tersebut.

Tadi saya berbicara tentang Pak Kapten dan kasemen, Pak Kapten adalah orang hebat juga yang ada di Kasemen dekat Banten Lama seingat saya Pak Kapten itu banyak tamunya ngantri dari seluruh Indonesia bahkan itu banyak orang yang mau bertanya kepada dia karena dia bisa melihat hal-hal Ghaib dari telapak tangannya jadi dia punya keahlian atau ilmu yang diberikan oleh Allah untuk membantu manusia melalui telapak tangannya misalkan, ada orang kehilangan motor siapa yang mencuri nya kita ingin tahu di mana keberadanya motor tersebut Apakah bisa membantu dengan ikhlas mengatakan bahwa lokasinya di sini di sini dengan inisial nanti dengan izin Allah motor itu bisa kembali atau ditmukan,

Baca juga:  AKSI DEMO BURUH TOLAK RUU PENGUPAHAN

Dan masih banyak sekali kehebatan tentang Pak Kapten mungkin bisa dikupas di daerah Kasemen Pasti ada ceritanya sangat jelas dan sekarang Pak Kapten sudah almarhum, Tamunya sangat banyak mengantri dari Jakarta pembisnis dan lain-lain sangat banyak saya dulu mungkin pernah ke sana diwaktu kecil, banyak orang yang mau minta bantuan sama Pak Kapten juga, artinya Ayah saya berguru atau berteman pada orang-orang yang hebat pada zaman dulunya, . satu mmiliki ilmu keturunan kedua memang di lingkungan Pesantren Dan guru-guru yang dijalan Allah benar Islam yang benar.

Dan Kasemen itu ada kisah ayah saya menemukan satu kuburan dalam mimpinya yaitu kuburan Ki Zakaria, Ki Zakaria adalah buyut saya, jadi di Tayan Maulana bin H. Apad supandli, Haji apad Supadli bin Ilain, Ilain Bin Zakaria, Ki Zakaria ini adalah orang yang mempunyai ilmu yang sangat hebat juga saya kurang lebih tahu bagaimana ceritanya jelasnya adalah yang saya tahu, Ki Zakaria ini hidup di Cianjur Selatan Agrabinta, menjadi sosok pemimpin atau penolong masyarakat juga, Ki Zakaria ini ada yang mengatakan kan muncul juga atau hidup juga di daerah Sawahlunto Sumatera, dalam mimpinya ayah saya Ki Zakaria mengatakan bahwa kuburan yang ada di Kasemen itu adalah kuburan ki Zakaria.

Setelah diselidiki oleh ayah saya memang ada dua kuburan di Kasemen yang konon ini adalah Dulunya namanya Zakaria juga dan akhirnya ayah saya ya dengan saya kesna, itu mungkin sekitar tahun 2000-an ayah saya menemukan kuburan tersebut dan dibangun gubuk kecil untuk menandai bahwa itu adalah kuburan orang hebat atau kyai besar, dan dulu biayanya didapatkan dari saudara-saudara saya saudara dari ayah saya yaitu bi wiwit yang ada di Surabaya bi wiwit Adalah anaknya dari tetehnya nenek saya dari bapak saya, anaknya bi Wiwid itu sudah menetap di Tasmania Australia yang bertemu saya juga di Australia saatini, dan mengatakan Bagaimana kuburan buyut ki Zakaria tersebut dan saya mengatakan Ya sudah ada yang mengurus orang di sana Kasemen sudah dibangun juga gubuk kecilnya, ktia kita bertemu DI Australia

Artinya saya memahami bahwa keluarga saya memiliki garis keturunan jalan untuk bisa membagi kesembuhan penolong cahaya atau memberi jalan keluar bagi masalah, saya tidak berpikir itu akan menjadi turun kepada saya karena ilmu-ilmu seperti itu di era 2000 mungkin hampir menghilang atau orang-orang milenial tidak ingin mempelajarinya jujur saya juga belum mempelajarinya dan tidak bisa, tapi ayah saya sering hadir dalam mimpi saya sering mengingatkan apa yang terjadi dan apa yang harus saya lakukan mungkin itu hanya isyarat tetap semua jalan dari Allah semua kita yang memilih mana yang baik dan mana yang tidak, artinya tidak langsung percaya, saya yang harus memilih mana yang baik dan tidak.

Tapi ayah saya sering mengatakan hal-hal baik seperti kamu harus bisa menjaga wudhu dalam mimpinya ayah saya mengatakan seperti itu, yang saya ambil adalah dalam hidup kita harus terus di jalan yang lurus ketika kita masih dalam keadaan wudhu kita akan sangat menjaga dari hal-hal yang kotor jadi kita dalam keadaan suci terus itu memang sangat sulit tapi dalam posisi keadaan suci atau baik kita Insya Allah akan terhindar dari hal-hal negatif atau kejelekan. Nilai itulah yang harus kita ambil karena memang orang-orang yang selalu berpikir positif dan baik itu pasti akan didatangkan oleh hal-hal yang baik juga.

Ayah saya slalu berpesan jika saya hendak pergi kemanapun “bismillah 21x” jangan tinggal. Menjaga kselamatan, bekal ini yg saya bawa selalu, hingga saya bias aman dimanapun saya berada,

ilmu ikhlas

Masih berlanjut kepada cerita ayah saya, garis keturunannya orang yang sederhana dan dan tanpa pamrih membantu orang lain, setelah wafatnya ayah saya 2017 Februari tanggalnya nanti kita koreksi lagi pastinya saya akan tanyakan kepada ibu saya, apa yang ditinggalkan oleh ayah saya warisannya untuk saya dan keluarga dan anak-anaknya, ada tanah di Cianjur, materi uang ataupun barang saya rasa bisa dibilang cukup atau tidak lebih, tapi satu hal yang menjadi warisan yang sangat kuat untuk saya dan adik-adik saya juga anak-anaknya Teteh Saya berdua di Cianjur adalah sosok ayah saya tersebut role model.

Dia pekerja keras membantu keluarganya membiayai adik- adiknya bertanggung jawab untuk istrinya untuk anak-anaknya, dan dan yang terbesar adalah ilmu ikhlas membantu siapapun tanpa ada ada minta balasan atau tarif, itu yang akhirnya menjadi warisan untuk saya dan adik-adik saya bahwa kehidupan adalah untuk beribadah atau saling membantu karena membantu itu adalah salah satu ibadah sesama manusia habluminannas, juga hak terbesar yang saya dapatkan warisan dari ayah saya adalah kesederhanaan,

Ayah saya tidak pernah mementingkan beli baju, baju harus bagus baju harus keren saya bisa menghitung kapan ayah saya memakai kemeja bahkan saya bilang Ayah saya tidak pernah memakai jas, ayah saya memakai baju koko atau batik ketika salat Jumat itu mungkin yang baju yang sangat keren buat dia karena memang untuk menghadap Allah beribadah di setiap hari Jumat karena itu menjadi salah satu sunah rosul menggunakan baju terbaik dan wangian.

Artinya Ayah saya mau wariskan kesederhanaan tidak ada kesombongan atau ingin dilihat Gengsi harus baju bagus dan lain-lain, ayah saya tidak mengajarkan kepada saya dengan kata-kata” Heru kamu jangan sombong Kamu jangan pakai baju bagus” Ayah Saya tidak mengatakan itu, dngan berjalannya waktu ayah saya memberikan itu secara tidak langsung kepada saya sikap kesederhanaannya, ayah saya juga membeli barang bekas Apa artinya membeli barang bekas, ayah saya sering membeli barang bekas seperti baju sepeda ada sepatu saya pernah dibelikan sepeda bekas dan ukurannya besar saya marah dan saya lempar Itu semua saya masih kecil saya rusak dan lain-lain karena belum mengerti, (sebenar nya ayah saya sedang mngajarkan arti kesederhanaan).

Saya juga pernah dibelikan sepatu bola bekas dan itu sangat kebesaran buat saya dan itu membuat saya ngambek atau menangis, karena saya tidak mau yang bekas karena yang bekas itu nggak pas di kita contoh dengan sepeda yang tadi itu terlalu besar untuk anak 7 tahun sepatu bola ini terlalu besar untuk anak 5 tahun atau 7 tahun pada waktu itu, tapi sekarang yang saya lihat adalah ayah saya mengajarkan kesederhanaan, kebersyukuran kita tidak harus membeli yang baru atau bermerek akhirnya mempersulit diri kita karena kemampuan kita belum cukup untuk membeli yang baru atau sesuai keinginan kita akhirnya itu tidak menjadi di kesulitan untuk ayah saya,

Dan ke bersyukuran bersyukur kita sudah mampu membeli sepatu atau sepeda walaupun bekas jadi nilai yang saya dapatkan sekarang arti tersebut adalah jangan ada kesombongan hidup dengan kesederhanaan dan bersyukurlah Apapun yang kamu dapat karena orang lain mungkin belum bisa atau belum tentu akan mendapatkan apa yang kita dapat walaupun sekarang kita bisa mendapatkan yang bekas, ayah saya memberi saya nama Heru Anwari lahir 91 Oktober 1991, Anwari diambil dari kata Ajengan, Ajengan adalah kyai besar di Cianjur yang artinya Anwari itu itu adalah cahaya, dan Heru itu mungkin diambil dari Chairil anwar,

Sastrawan atau puitis pada era tersebut bisa menulis puisi atau cerita-cerita, dalam kesimpulan Akhirnya bisa saya persepsikan ayah saya mempersiapkan saya menjadi orang yang bisa menjadi cahaya untuk lingkungan Seperti apa yg keturunan saya lakukan membantu orang yang dalam kesulitan dan lain-lain, karena jelas Nama saya adalah Anwari cahaya, yang mudah-mudahan insya Allah saya akan menjadi cahaya untuk lingkungan dan masyarakat, menerangi dan memberi tahu mana yang benar dan mana yang batil dari perjalanan apa yang saya dapatkan dan ilmu yang saya dapatkan juga warisan dari orang tua saya juga leluhur saya, pastinya saya sadar semua doa dari orang tua dan leluhur saya termasuk ilmu-ilmu yang mereka miliki Akhirnya saya bisa menjadi seperti sekarang ini, yang harus saya sadari juga Apakah saya menjadi atlet BMX di Indonesia, hanya untuk bermain sepeda. Tidak tapi saya ya memiliki keterampilan dan mungkin untuk bisa dihargai karena memiliki nilai atau kemampuan yang berbeda dari orang lain.

Ketika kita dihargai akhirnya kita bisa dipercaya dalam arti ketika kita memberikan saran atau nasihat melakukan perubahan ke dalam hal-hal yang baik orang tersebut akan mendengar karena memang kita sudah terlihat dari prestasi atau keahlian tersebut, menyimpulkan juga Apakah ini garis keturunan yang nantinya mungkin di tahun 2030-2040 Saya berumur 40 atau 50 bisa melanjutkan apa yang dahulu orang tua saya dan leluhur saya lakukan kepada masyarakat, brmanfaat dan membantu sesama.

Karena di era modern atau milenial tahun 2000-an Ketika saya umur 10 tahun itu sangat sulit untuk bisa mempelajari ilmu-ilmu yang ayah saya atau leluhur saya kuasai Pada masa itu, jadi saya terbawa kepada ada aliran modern mengenal musik olahraga bola bola sepeda dan lain-lain, di era modern hal-hal tersebut adalah ilmu-ilmu yang kelihatan hobi-hobi tersebut adalah ilmu-ilmu yang kelihatan yang banyak dipelajari oleh orang-orang atau anak-anak muda pada saat itu contohnya ada atlet bola berarti dia orang hebat di bola contohnya ada orang yang di musik Dia adalah orang hebat bermain musik, dan kenapa saya bisa menjadi hebat bermain sepeda, rumahnya dari leluhur saya atau keturunan orang tua saya akhirnya saya bisa menjadi anak BMX nomor 1 di Indonesia, bukan prestasinya atau dikenalnya Seberapa luas tapi bisa menjadi di bermanfaat apa kita untuk masyarakat.

Mudah-mudahan Saya berharap Nama Heru diambil dari sastrawan Chairil Anwar bias menginspirasi, dan Anwari adalah cahaya ya mudah-mudahan mimpi saya Saya ingin menjadi orang yang bermanfaat dan bisa membantu masyarakat, bisa menginspirasi generasi muda dari sedikit perjalanan saya, mudah-mudahan bisa melahirkan generasi yang lebih dari saya karena saya dulu rol modelnya orang luar atau luar daerah/ luar negri, mudah muda sekarang yang sekarang Orang Serang atau orang Banten atau indoneisa bisa melihat saya sebagai orang Serang dan orang Banten yang berhasil di tingkat Internasional, bisa menjadi motivasi buat mereka bahwa tidak alasan untuk tidak bisa, yang menginspirasi untuk temen- temen seluruh Indonesia bahkan dunia bahwa dari hobi atau BMX bisa membuka lapangan pekerjaan atau industri,  intinya dari hal apapun yang kita lakukan kita bisa beribadah, Ibadah dalam arti kita bisa membantu orang lain.